Minggu, 03 Mei 2015

Salat lisyukril Wudu

Dari Wikipedia bahasa 
Salat Tahiyat Wudu adalah salat sunah yang dilakukan seusai berwudu. Jumlah rakaat salat Tahiyat Wudu adalah dua rakaat.

Niat Salat[sunting | sunting sumber]

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Salat Rawatib

Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Salat Rawatib adalah salat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktuSalat yang dilakukan sebelumnya disebut salat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut salat ba'diyah.
Salat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Salat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan salat sunat muakkad.

Jumlah raka'at[sunting | sunting sumber]

Jumlah raka'at salat rawatib berbeda-beda tergantung salat apa yang dia iringi dan kapan (sebelum/sesudahnya) dia dilaksanakan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada daftar berikut.

Sunah muakkad[sunting | sunting sumber]

Salat Lima WaktuQabliyahBa'diyah
Shubuh2 raka'at[1]-
Dzuhur2 raka'at2 raka'at
Ashar--
Maghrib-2 raka'at
Isya'-2 raka'at

Sunah ghairu muakkad[sunting | sunting sumber]

Salat Lima WaktuQabliyahBa'diyah
Dzuhur2 raka'at2 raka'at
Ashar4 raka'at-
Maghrib2 raka'at-
Isya2 raka'at-

Niat salat[sunting | sunting sumber]

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain, niat tempatnya dihati, karena niat adalah pekerjaan hati, bukan pekerjaan mulut. Jadi, niat tidak perlu diucapkan, entah itu pelan ataupun keras. [1][2]

Sumber hadits[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah beberapa hadits tentang salat rawatib:
  • Dari Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda :" Dua raka'at fajar (salat sunah yang dikerjakan sebelum shubuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. " (HR Muslim)
  • Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha , ia berkata: "Aku telah men-dengar Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, Barangsiapa salat dalam sehari semalam dua belas rakaat akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu; empat rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebe-lum salat Subuh."” (HR. At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan shahih)
  • Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata: "Aku salat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jum’at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya." (Muttafaq ‘alaih)
  • Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu , ia berkata: "Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , ‘Di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga dia menambahkan: ‘bagi yang mau". (Muttafaq ‘alaih)
  • Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)
  • Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda : "Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar."(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan)

Referensi[sunting | sunting sumber]


...semoga bermanfaat,,,,

Salat sunah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
Salat sunah atau salat nawafil (jamak: nafilah) adalah salat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak diwajibkan sehingga tidak berdosa bila ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh ke ikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah. Salat sunah menurut hukumnya terdiri atas dua golongan yakni:
  • Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunah witr dan salat sunah thawaf.
  • Ghairu Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti salat sunah Rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Pembagian Menurut Pelaksanaan[sunting | sunting sumber]

Waktu terlarang untuk salat sunah[sunting | sunting sumber]

Beberapa salat sunah dilakukan terkait dengan waktu tertentu namun bagi salat yang dapat dilakukan pada waktu yang bebas (misal:salat mutlaq) maka harus memperhatikan bahwa terdapat beberapa waktu yang padanya haram dilakukan salat:
  • Matahari terbit hingga ia naik setinggi lembing
  • Matahari tepat dipuncaknya (zenith), hingga ia mulai condong
  • Sesudah ashar sampai matahari terbenam
  • Sesudah subuh
  • Ketika matahari terbenam hingga sempurna terbenamnya

Jumat, 01 Mei 2015

Apakah Memakai Cincin termasuk Sunah Nabi?

Tanya:
Apakah memakai cincin bagi laki-laki termasuk sunah Rasul? Mohon dijelaskan. Matur nuwun
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak menulis surat untuk mendakwahkan islam kepada para raja di sekitar jazirah arab, beliau mendapat informasi bahwa mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya. Dengan pertimbangan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di: Cincin Nabi Muhammad
Memahami hal di atas, apakah berarti memakai cincin termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Imam Ibnu Utsaimin. Jawaban beliau,
التختم ليس بسنة مطلوبة بحيث يطلب من كل أن إنسان أن يتختم، ولكن إذا احتاج إليه، فإن الرسول صلى الله عليه وسلم لمَّا قيل له إن الملوك الذين يريد أن يكتب إليهم لا يقبلون كتاباً إلى مختوماً اتخذ الخاتم من أجل أن تختم به الكتب التي يرسلها إليهم
Memakai cincin bukanlah sunah yang ditekankan. Dalam arti, dianjurkan bagi setiap orang untuk memakai cincin. Akan tetapi sunah jika dia membutuhkan. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendengar informasi bahwa para raja yang hendak dikirimi surat, tidak mau menerima surat kecuali yang ada stempelnya, maka beliau membuat cincin agar bisa digunakan untuk menstempel surat-surat yang beliau kirim kepada mereka.
Kemudian Imam Ibnu Utsaimin melanjutkan,
فمن كان محتاجاً إلى ذلك كالأمير والقاضي ونحوهما كان اتخاذه اتباعاً لرسوله الله صلى الله عليه وسلم، ومن لم يكن محتاجاً إلى ذلك لم يكن لبسه في حقه سنة بل هو من الشيء المباح، فإن لم يكن في لبسه محذور فلا بأس به، وإن كان في لبسه محذور كان له حكم ذلك المحذور، وليعلم أنه لا يحل للذكور التختم بالذهب لأنه ثبت النهي عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.
Oleh karena itu, siapa yang membutuhkan cincin, seperti pemerintah, hakim atau yang lainnya, maka menggunakan cincin dalam hal ini termasuk mengikuti sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun siapa yang tidak membutuhkan cincin, maka memakai cincin bagi dirinya bukan termasuk sunah, hanya sebatas memiliki hukum mubah. Jika tidak ada unsur larangan ketika memakai cincin, tidak jadi masalah. Akan tetapi jika ada unsur terlarang ketika memakai cincin(seperti memakai cincin emas bagi laki-laki, red), maka hukumnya sebagaimana keberadaan unsur terlarang itu. Dan perlu dipahami bahwa tidak halal bagi laki-laki untuk memakai cincin emas. Karena terdapat larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cincin emas untuk laki-laki.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/9189.
Allahu a’lam

Rasulullah pun Hujan-hujanan? Inilah 7 Sunah Ketika Hujan

 

Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan Rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih. (QS. Al Furqon: 48)
Sobat Nida, sering takut terkena hujan? Mengeluh ketika hujan turun deras? Eit, hati-hati loh… karena Rasulullah telah mencontohkan bagaimana sebaiknya kita dalam menghadapi hujan yang turun dari langit! Bahkan, sewaktu hujan turun termasuk waktu yang terbaik untuk memanjatkan doa.

Berikut ini beberapa sunah yang penting kita ketahui dan praktekkan di kala hujan turun, semoga bermanfaat:

1.    Ketika mendung
HR. Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam apabila melihat awan yang berkumpul di ufuk dari ufuk-ufuk langit, beliau menghentikan aktivitas-aktivitasnya, bahkan walaupun beliau sedang sholat sunnah. Lalu setelah itu beliau kembali melanjutkan aktivitasnya. Kalau awan itu berlalu maka beliau mengucapkan Alhamdulillah. Dan kalau turun hujan beliau mengucapkan Allahumma shoyyiban naafi’aa.”
HR Bukhari yang lain, dari Aisyah:
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam apabila melihat mendung di langit, beliau beranjak ke depan, ke belakang atau beralih masuk atau keluar, dan berubahlah raut wajah beliau. Apabila hujan turun, beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam mulai menenangkan hatinya. ‘ Aisyah sudah memaklumi jika beliau melakukan seperti itu. Lalu nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam mengatakan,” Aku tidak mengetahui apa ini, seakan-akan inilah yang terjadi (pada kaum ‘Aad) sebagaimana Allah berfirman yang artinya : Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka (Q.S. Al Ahqaf: 24).”
Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan: Sunnah nabi, hendaknya ketika ada awan hitam atau mendung yang sangat gelap, kita harus menumbuhkan perasaan khawatir bisa jadi ini akan menjadi bencana. Kita harus menyeimbangkan antara harapan dan kekhawatiran.

2. Ketika hujan pertama kali turun
Dalam HR. Bukhari, dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam jika melihat hujan turun (dalam riwayat yang lain ketika hujan pertama kali turun) maka beliau berdoa:
ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAAFI’AA 
(Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat)

4. Di Tengah-tengah turunnya hujan
Ada dua macam sunnah saat di tengah-tengah turun hujan:
a. Dalam hadits Anas Riwayat Muslim:
Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu berkata,”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan,” Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda,”Karena hujan ini  baru saja  Allah ciptakan.” (Artinya langsung turun dari langit yang belum dirusak manusia).
Ada beberapa hal yang perlu kita garisbawahi:
·         Menurut Ibnu Qudamah: ini dilakukan di tengah hujan sedang deras-derasnya.
·         Tujuannya bukan untuk basah-basahan, namun mencari berkah yang sesuai dengan sunnah yang dalilnya (HR. Bukhari Muslim). Hujan langsung turun dari langit dan itulah salah satu keberkahan yang luar biasa.
·         Maksud hujan-hujanan di sini adalah  bukan basah kuyup, tapi paling tidak ada bagian tubuh kita yang basah terkena air hujan secara langsung.
Ini hukumnya SUNNAH
b. Saat hujan turun, salah satu sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam adalah memperbanyak doa.
Ada dua hadits tentang masalah ini:
·         HR Imam syafi’I dalam kitabnya al Umm, Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Carilah doa yang mustajab dalam 3 kondisi/waktu, (1) ketika dua pasukan telah berhadapan( dalam jihad syar’i), (2) menjelang dilaksanakannya sholat wajib, antara adzan dan iqomat, (3) ketika hujan turun.”
  • HR Hakim, Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda:”Ada dua doa yang tidak akan ditolak, (1) setelah adzan, (2) ketika turun hujan.

4. Ketika hujan turun dengan sangat lebat dan kita khawatir akan menimbulkan efek negatif
Rasulullah berdoa:
ALLAHUMMA HAWAALAINAN WA LAA ‘ALAINA. ALLAHUMMA ‘ALAL AAKAAMI  WAZH  ZHIROOBI WA BUTHUUNIL AUDIYATI WA MANAABITISY SYAJARI 
(Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan). HR Bukhari no 1014

5. Ketika angin bertiup kencang
ALLAHUMMA INNII AS ALUKA KHOIROHAA WA KHOIRO MAA FIIHAA WA KHOIRO MAA ARSALTA BIHI. WA ‘AUUDZU BIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIHI 
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini) dan kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan dari tujuan angin itu dihembuskan. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini dan kejahatan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan dari tujuan angin itu dihembuskan) HR Muslim 2/616 dan Al Bukhari 4/76

6. Ketika mendengar petir
Berdoa (QS. Ar Ra’du:13):
 SUBHANALLADZI YUSABBIHUR RO’DU BIHAMDIHII WAL MALAAIKATU MIN KHIIFATIHI
(Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya)

7. Ketika hujan berhenti
Berdoa:
بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ مُطِرْنَا
MUTHIRNAA BI FADHLILAAHI WA ROHMATIHI
(Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah). Muttafaq alaih
10 SUNAH NABI DAN AMAL HARIAN PENYUBUR IMAN


Allah Subhanahuwata’ala telah menyeru kepada kita semua untuk beribadah dan beramal shaleh sebanyak-banyaknya, sebab hal tersebutlah yang akan menolong kita kelak dihari akhir nanti. Dan Rasulullah Shallahu’alai wasallam sebagai panutan dan khutwah hasanah bagi seluruh umat manusia telah mengajarkan bagaimana caranya untuk beribadah dan beramal shaleh, yang disenangi dan diridhai oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Berikut Sepuluh Sunah Nabi Shallahu’alaihi wasallam dan Amal Harian penyubur Iman yang patut kita kerjakan dalam keseharian kita agar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa:

1. DZIKIR PAGI SORE

"Dan sebutlah (nama) Rabb -mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."(Q.S. Al-A'raf : 205)

2. RUTIN SHALAT DHUHA

"Pada pagi hari setiap persendian kalian diwajibkan sedekah, setiap ucapan tasbih itu bernilai satu sedekah, setiap kalimat tahmid itu bernilai satu sedekah, satu ucapan tahlil bernilai satu sedekah, satu ucapan takbir bernilai satu sedekah. memerintah yang ma'ruf satu sedekah, mencegah yang mungkar satu sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua raka'at shalat dhuha."(HR. Muslim)

3. SHALAT JAMA'AH TEPAT WAKTU

"Kalau saja manusia tahu pahala panggilan shalat dan shaf awal, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya selain harus dengan mengundi, pasti mereka akan mengundi,"(H.R Muslim)

4. MENJAGA SHALAT RAWATIB

"Tidaklah seorang hamba melakukan shalat sunnah dengan ikhlas lillahi ta'ala setiap hari sebanyak 12 rakaat, melainkan pasti Allah akan membangunkan rumah di jannah."(H.R.Muslim)

5. QIRA'AH AL-QUR'AN 1 JUZ

"Bacalah al Qur'an karena sesungguhnya al qur'an akan datang sebagai pemberi syafaat bagi sahabatnya (orang yang rajin qira'ah qur'an)." (H.R. Muslim)

6. BERUSAHA DALAM KONDISI SUCI

"Sesiapa yang berwudhu' dan membaguskan wudhu'nya, kesalahan-kesalahannya akan keluar dari jasadnya, bahkan sampai keluar dari ujung-ujung kukunya." (H.R. Muslim)

7. SEDEKAH HARIAN

"Seorang lelaki datang menemui rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan bertanya,"Wahairasulullah, sedekah apa yang paling utama?" Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab,"Bersedekahlah saat kau dalam kondisi sehat,kikir, takut miskin, dan sedang berharap menjadi kaya, tidak menunda sampai nyawa sampai di tenggorokan baru kau berkata,"Aku sedekahkan ini untuk si fulan segini," padahal itu sudah menjadi bagian si fulan(ahli warisnya) (H.R. Bukhari)

8. MEMBACA BUKU

"Katakanlah(wahai Muhammad) adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"(Q.S. Az-Zummar)

9. ISTIGHFAR MINIMAL 100X

"Demi Allah, aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari."(H.R.Muslim)

10. WITIR SEBELUM TIDUR.

"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata,"Kekasihku (rasulullah shalallahu alaihi wasalla) mewasiatkan padaku agar melaksanakan shaum tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha dan shalat witir sebelum tidur."(muttafaq alaih)
Demikianlah beberapa Amalan yang layak dan pantas kita kerjakan disela-sela kesibukan kita dalam mengarungi kehidupan ini, semoga dengan bertambahnya usia kita, bertambah pula amal ibadah kita disisi Allah Subhanahuwata’ala.
...semoga bermanpaat....

Sunnah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 
Sunnah (Arab: سنة sunnah, artinya "arus yang lancar dan mudah" atau "jalur aliran langsung") dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara rasulullah menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan (tradisi) yang dilaksanakan oleh rasulullah.
Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara rasulullah disebut sebagai hadits. Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut sunnatullah (hukum alam).

Etimologi

Sunnah (سنة ˈsunnah, plural سنن sunan) adalah kata Arab yang berarti "kebiasaan" atau "biasa dilakukan".[1] Secara istilah sunnah adalah jalan yang di tempuh oleh rasulullah dan para sahabatnya, baik ilmu, keyakinan, ucapan, perbuatan, maupun penetapan. Para penganut Sunni juga disebut sebagai Ahl as-Sunnah wa'l-Jamā'ah ("orang-orang dari tradisi dan komunitas (dari Muhammad)") atau Ahlussunnah untuk singkatnya saja.